STUDY AL-QUR'AN: Hikmah yang tekandung dalam penurunan al-Qur’an secara berangsur-angsur.
Hikmah yang tekandung dalam penurunan al-Qur’an secara berangsur-angsur.
Hikmah diturunkanya Al-Qur’an secara berangsur-angsur itu sangat banyak manfaatnya, baik bagi pribadi nabi Muhammad SAW, masyarakat arab ketika masa Al-qur’an diturunkan maupun bagi umat setelah masa sahabat[1].
Adapun hikmah turunya Al-Qur’an secara berangsur-angsur bagi pribadi nabi Muhammad SAW adalah :
1. Menepis keraguan hati nabi Muhammad SAW akan kebenaran wahyu yang diterimanya (Yunus : 20).
2. Menghilangkan kegelisahan yang sering dihadapi nabi Muhammad SAW ketika lama tidak menerima wahyu.
3. Memberikan kekuatan kepada nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tekanan dan intimidasi orang-orang Quraisy[2].
4. Meneguhkan hati nabi Muhammad SAW dengan mencerikan kisah-kisah nabi sebelumnya[3].
Sedangkan manfaat bagi masyarakat arab ketika masa al-Qur’an diturunkan adalah untuk :
1. Mempermudah sahabat dalam menghafalkan, memamahami, dan mengamalkan al-Qur’an.
2. Merubah tradisi secara bertahap sehingga tidak terjadi kejutan dan loncatan tradisi yang dapat mengakibatkan masyarakat antipati terhadap ajaran al-Qur’an.
Sementara manfaat turunya alqur’an berangsur-angsur bagi umat setelah masa sahabat adalah untuk :
1. Memermudah memahami tahapan-tahapan penetapan hukum.
2. Mempermudah mengetahui turunnya ayat al-qur’an sehingga dapat diketahui mana ayat yang tergolong dalam makiyah dan yang madaniyah.
3. Mempermudah mengetahui nasikh dan mansyukh.
Daftar Pustaka:
[1] MF. Zenrif, Sintesis Paradigma Studi Al-Qur’an, (Malang: UIN-Malang Press, 2008), Hlm 8-9.
[2] Perhatikan QS. Yasin: 76 .
[3] Lihat QS. Hud: 120.

Post a Comment for "STUDY AL-QUR'AN: Hikmah yang tekandung dalam penurunan al-Qur’an secara berangsur-angsur."